Kenapa Sih Orang Ketiga Bisa Ada?

Sepasang manusia terlihat sedang asik berbincang di salah satu sudut ruangan coffee shop. Tepat di bawah AC, si pria memesan segelas hot coffee latte, si wanita memesan kopi torabika; eh bukan, ia memesan ice hazelnut chocolate. Jam menunjukkan pukul tiga sore, gue duduk lima menit lebih dulu sebelum mereka, dari pakaiannya yang bebas rapi, dapat disimpulkan mereka baru pulang kuliah. Gue duduk tepat di seberang meja mereka, cuma laptop yang menghalangi wajah ini agar tak terlihat mencurigakan.

Sepuluh menit berselang, satu ice cappuccino, dan satu chocolate croissant sudah tersaji di meja. Sembari membaca – baca artikel di internet, sesekali telinga gue mendengar percakapan mereka, mulai dari basa – basi, hingga percakapan yang lebih intens. Karena penasaran, gue memakai headset, namun volumenya gue kecilin. Sebuah dosa “menguping pembicaraan” baru saja dimulai.

Sambil menambahkan gula ke coffee lattenya, si pria berkata –“Eh kamu ganti parfum ya?”

“Loh kok kamu tahu? Hidungmu ajaib banget ya.” – jawab si wanita.

“Ya tahu lah, kan sering pergi bareng.”

“Hehe iya juga sih, oiya kamu mau cerita apa?”

Dengan muka rada gelisah, ia menjawab – “Jadi, gini… pacar aku…”

Bentar, bentar. Meskipun ngobrolnya mesra banget isi rangkul – rangkul dikit, ternyata mereka engga pacaran. Si wanita ternyata, ah sudahlah, kalian pasti pernah berada di posisinya. Dari ilustrasi cerita diatas, kalian pasti tahu apa yang akan dibahas pada kesempatan kali ini. Ya, benar sekali, orang ketiga.

Orang ketiga ya? Hm, orang ketiga itu sebenarnya bukan setan, mereka adalah manusia, tapi kelakuannya kayak setan. Ah, orang ketiga memang selalu dicap negatif.

Banyak yang menganggap kehadiran “orang ketiga” adalah petaka dalam setiap hubungan. Ya memang sih, tapi di kesempatan kali ini yang bakal dibahas adalah, kenapa sih mereka bisa ada, lalu apakah mereka selalu di posisi salah? Nah, mari kita bahas.

crying

Kenapa sih orang ketiga bisa ada?

Karena ada celah

Pertama, orang ketiga bisa masuk ke dalam hubungan seseorang, karena adanya “celah”, bukan celak ya, itu beda lagi. Kenapa bisa ada celah? Karena ada beberapa pasangan yang komunikasi dan toleransinya berjalan kurang baik, sehingga memberikan celah/ruang pada hubungan mereka, nah dari sanalah si orang ketiga akan mudah masuk, menyusup, mengobrak – abrik hubungan mereka.

Jadi jangan berikan celah pada orang ketiga untuk masuk, buatlah hubungan kalian seharmonis mungkin.

Karena ada jarak

Kedua, karena ada jarak. Kenapa jarak begitu penting? Karena setiap pasangan yang dipisahkan oleh jarak pasti menimbun rasa rindu yang sangat banyak, istilahnya “overdosis” rindu. Nah, oleh karena itu, daripada rindunya kebuang percuma, lebih baik di titipkan ke “orang ketiga”. Analisa gue ngawur ya? Tapi di pikir – pikir kenyataannya memang begitu.

Contohnya begini, kamu lagi kangen atau butuh belaian, tapi pacar kamu lagi sibuk pendidikan di pulau seberang. Daripada mekente, nunggu doi balik dari pulau seberang, mending nyari simpenan disini kan? Biasanya sih kamu deketin lagi mantan gebetan yang dulu – dulu. Udah ngaku aja deh.

cry

Karena ada rasa kurang puas

Terakhir, karena ada rasa kurang puas/maruk dari pasangan, sehingga meskipun sudah punya kamu, dia akan tetap menambah ‘koleksi’nya. Jiwa petualang yang ada dalam diri pasangan akan memudahkan masuknya orang ketiga dalam hubungan kalian.

Misalnya begini, pacar kamu kenalan sama orang lain, tapi ngaku masih jomblo, atau ngaku hubungan kalian sudah renggang, jika si korban tersebut percaya, ya bertambahlah ‘koleksi’ pasangan kamu. Semisal kalian lagi berantem, pasangan kamu mah selow aja, kan udah banyak punya ‘koleksi’.

Apakah orang ketiga selalu salah?

Menurut analisa gue, jawabannya tergantung. Salah atau tidaknya orang ketiga ditentukan oleh banyak hal, terutama sudut pandang.

  • Jika pasanganmu yang membukakan pintu masuk, dan si orang ketiga masuk tanpa tahu malu, fix mereka berdua yang salah.
  • Jika pasanganmu yang membukakan pintu, tapi si orang ketiga enggan untuk masuk, namun karena tekanan yang diberikan oleh pasanganmu, ia jadi terpaksa masuk, fix yang salah pasanganmu.
  • Terakhir, jika pasanganmu tak membukakan pintu atau memberi kesempatan, tapi si orang ketiga ini ngotot mengobrak – abrik hubungan yang sudah kalian bangun, fix orang ketiga yang salah.

Semua orang pernah berhubungan dengan orang ketiga, entah mereka yang mencari, atau pun yang menjadi orang ketiga tersebut. Bagi sebagian orang, menjadi orang ketiga itu asik, betapa “bahagianya” bisa menghancurkan hubungan orang lain, nikmatnya menggangu hubungan orang yang kamu benci, atau merasakan betapa bahagianya “jajan” dengan orang lain yang bukan pacar kamu. Karena, semua orang tahu betapa sakitnya melihat orang yang kita cinta, berbahagia bersama orang lain. Oleh karena itu sebagian orang memilih cara lain untuk memperjuangkannya, termasuk menggangu hubungan mereka.

orang-ketiga

Tapi, setiap perbuatan pasti membuahkan hasil yang setimpal. Habis merusak, nanti dirusak. Berhasil merebut, nanti juga pasti direbut. Kalian sebenarnya bebas ngapain aja, asal gak lari dari resiko yang timbul nantinya. Apasih, kok jadi nyaplir. Maklum sudah berbulan – bulan tidak menulis, sekalinya nulis jadi hancur gini. Dibawah ini ada kutipan yang mungkin bisa sedikit merubah pandangan kita tentang manusia :

“Jangan anggap remeh manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan; pengetahuanmu terhadap manusia takkan bakal bisa kemput” – Pramoedya A. Toer

Ya, manusia memang susah dimengerti, dalam pembahasan orang ketiga ini, gue cuma bisa menuliskan beberapa pendapat yang masih sedikit meragukan kebenarannya. Untuk mengerti diri sendiri saja susahnya minta ampun, apalagi untuk mengerti orang lain.

Semoga dengan artikel ini, wawasan kita tentang orang ketiga jadi bertambah, meskipun setelah membaca ini pacar kamu tetap aja ganjen, gpp lah. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca, ditunggu ya postingan selanjutnya. Cheers.

Source: ceritaoka.wordpress.com

Add Comment