Nikah Muda…..

Akhirnya, setelah beberapa hari yang lalu nonton ILK (Indonesia Lawak Klub) pas ngebahas “nikah muda” gue jadi dapat ide briliant. Yupp, ngebahas nikah muda sepertinya seru, jiwa haus seks gue kayaknya bisa dituangkan di postingan kali ini. Pffttt

Oya sebelumnya gue mau tell you something, this content for 17+, jadi kalau kamu dibawah umur dan tetap kekeuh mau baca, ayang gak tanggung jawab kalau kamu mendadak sange, karena terkontaminasi bahasa / gambar–gambar kotor yang gue sisipkan disini. Nah, kalau sudah paham konsekuensi, mari kita bahas aja; secara absurd.

Nikah muda ? Apasih itu ?

Menurut gue, nikah muda adalah menikah disaat belum tua, hehe; berkomitmen untuk memulai kehidupan sebagai keluarga; dll. Bicara soal nikah muda, jadi teringat banyak teman–teman gue dulu yang sudah menikah sebelum/sesudah tamat SMA. Pas ditanya “Kok tiba–tiba nikah bro?” beberapa dari mereka menjawab “Sudah dijodohin, keluarga sudah setuju, disuruh langsung nikah aja.” – I smell, bulshit. Menurut gue, sebagai orang yang realistis, gak mungkin mereka menikah gitu aja, habis tamat – nikah. Pasti ada alasan dibalik nikah yang terburu–buru itu.

dont-stop

Menikah, jika dilihat dari lingkungan sekitar kita, disebabkan oleh berbagai hal, yaitu dijodohkan; memang sudah siap menikah; serta menikah karena kecelakaan. Dijodohkan, menikah karena orang tua sudah bersikeras memaksa kita bersama orang yang mereka pilih, dan susah untuk dihindari, biasanya terjadi pada para wanita.

Kemudian, sudah siap menikah, maksudnya setelah mereka menjalani proses pacaran untuk mengenal satu sama lain, kemapanan sudah mencukupi, kemudian terjadi proses lamaran, lalu menikah untuk mengabadikan cinta mereka, kemudian menata masa depan sama–sama, cie. Terakhir menikah karena kecelakaan, maksudnya saat si cowok minta enak–enak sama pacarnya, si cowok ini saking menikmatinya, ia sampai lupa bahwa kondomnya bocor, atau lupa dipakai, eh pas udah di ujung, dia kebablasan. Lalu panik, ngomong sama ceweknya “Jongkok beb, loncat–loncattt, keluarin…keluarin…cepetan…” akhirnya tekdung.

****

Nah ngebahas nikah muda, pasti ada yang setuju, ada yang engga. Nikah muda juga pasti ada positif negatifnya. Nah menurut gue, ini dia beberapa efek positif–negatif dari nikah muda.

Efek positif-nya :

Kamu terhindar dari dosa

Buat kalian yang suka mesum di warnet, main di penginapan, ataupun curi–curi kesempatan di rumah pacar pas sepi, kalian sadar gak? itu semua dosa; belum muhrim. Gue aja sampai sekarang gak pernah sadar, saking nikmatnya. Nah kalau sudah menikah, kamu otomatis terhindar dari dosa–dosa tersebut. Kamu bisa berkembang biak dengan liar kapan saja sama suami/istri kamu, 3x sehari mungkin. Bebas berfantasi menikmati gaya–gaya ala kamasutra tiap malam sama pasangan kamu.

s3x

Enak dan enggak dosa, catet.

“Ih jijik banget” jika habis liat gambar itu kamu ngomong gitu, gue yakin kamu habis di katuk kalin sama mantan kamu. Dan kamu mulai bikin pencitraan sok suci…

Lagi enak – enaknya

Kemudian nikah muda sekitar umur 20 – 25 tahunan, pas banget lagi enak–enaknya, atau lagi masa subur–suburnya. Usia tersebut merupakan usia produktif, katanya juga pada usia tersebut kualitas sperma si pria lagi bagus–bagusnya. Dan bagi wanita, melahirkan di usia tersebut bisa meningkatkan keselamatan bagi si ibu dan si bayi. Nah buat kalian yang udah pengen banget punya anak, buruan nikah sebelum usia produktif kamu kadaluarsa, malu kan udah umur segitu masih aja ngocok pake tangan sendiri. Ewh

kalau udah nikah, bisa kayak gitu tiap hari, dan gak dosa…

Jangan bilang kamu masturbasi dengan bantuan video porno, itu memalukan. Manfaatkanlah kegantengan kamu untuk memakai jasa shaking dari gebetan kamu. Kalau kamu kurang ganteng, gausah banyak tingkah.

Jadi mahmud yang cantik

Setelah punya bayi, otomatis kamu akan menjadi mahmud (mamah muda). Nah karena kamu nikahnya pada usia yang sangat muda, otomatis nanti beda umurmu sama si anak gak begitu jauh, jadi bisa kayak temenan gitu kelihatannya. Nah kamu juga selalu mengekspose kegiatan anak kamu di sosial media, biar makin kelihatan sayang anak. Padahal aslinya, yang ngasuh anak kita malah si mertua…

Sini nak, main sama mama…

Gak ah, mager…

Bisa mewujudkan mimpi bersama

Jika kamu nikah muda, maka kamu akan memulai segala sesuatunya dari 0 lagi. Tapi justru di sinilah kelebihan nikah muda, ketika kamu memulai dari 0, kamu sudah punya pendamping untuk berjuang mendapatkan nilai 100. Bisa mewujudkan mimpi–mimpi kalian bersama. Bayangkan, usaha kamu dari mulai nggak punya apa-apa sampai sukses akan selalu ada orang tercinta yang menyupport. Indah kan?

Gemeshhh

****

Efek negatif-nya :

Kehilangan masa muda kamu

Nikah di usia muda, bisa membuat hilang masa muda kamu. Karena saat menikah, kamu akan susah untuk hang out bareng sahabat–sahabat kamu, karena sibuk mengurus anak, keluarga, ataupun rumah tangga. Nah kalo buat cowok sih masih mending, karena cowok orangnya ribet jadi gampang ngumpul bareng sahabat – sahabatnya. Tapi cewek pasti lebih susah, karena mereka ribet, nongkrong sama sahabat-sahabat pun jadi susah. Kamu jadi susah mirror selfie dikamar mandi bareng sahabat, kek dulu waktu belum menikah.

So, sudah siapkah menghadapi hal tersebut ?

Nyusahin orang sekitar

Jika kamu nikahnya karena kecelakaan, dan apesnya kamu dari keluarga yang ekonominya agak sulit, belum mapan, pasti kamu jadi frustasi. Mau beliin anak susu, eh ternyata kamu belum bekerja, masih minta duit ortu, tinggal pun masih sama ortu, ya pasti nyusahin ortu kamu lagi.  Bayangin deh, kamu sudah berkeluarga tapi masih numpang di rumah orang tua, nyaman nggak tuh kira-kira? Idealnya sih kalau udah berkeluarga sebaiknya tinggal di rumah sendiri.

Karena belum mapan juga, bukan nggak mungkin kalau suatu saat kamu akan ngalamin yang namanya minjem uang. Kalau udah kayak gitu, siap-siap aja dililit utang.

Bahaya bagi kesehatan

Menikah di usia sekitar 15 – 19 tahunan, sangat berpengaruh pada kesehatan. Banyak pihak medis mengatakan bahwa organ reproduksi terutama organ reproduksi anak gadis remaja belum siap untuk melakukan hubungan intim dan juga belum siap untuk mengandung. Jika hal itu terjadi, medis mengatakan kemungkinan buruknya adalah bisa terjadi keguguran secara berulang-ulang karena kondisi rahim yang belum siap. Tidak hanya itu saja, keguguran yang berulang bisa menyebabkan rusaknya organ reproduksi wanita sehingga kemungkinan untuk bisa mengandung kembali sangat nihil.

Hal nyata yang bisa dialami oleh wanita yang hamil di usia muda adalah akan mengalami keguguran. Penyebab keguguran hamil muda adalah rahim wanita yang masih muda belum siap dan belum matang untuk menerima kehamilan. Akibatnya adalah keguguran akan dialami oleh wanita tersebut.

Selanjutnya, salah satu bahaya akibat hamil muda adalah bisa terkena kanker serviks. Hal itu dikarenakan berhubungan seksual saat masih muda bisa menyebabkan leher rahim terkena virus. Virus tersebut bisa berubah menjadi kanker serviks terutama virus yang tidak segera diobati. Masih banyak lagi dampak–dampak menikah usia dini bagi kesehatan.

Rentan konflik

Usia muda memang usia yang produktif, tapi usia muda juga masa di mana emosi kamu masih belum stabil. Bisa aja awal-awal nikah kamu masih bahagia, tapi setelah sekian lama dan menghadapi banyak masalah, kedewasaan kamu masih belum bisa menghadapi itu. Karena masih labil, bisa aja masalah yang datang malah membuat kamu bertengkar. Buat kamu yang pasangannya emosian, hati – hati bisa terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, karena emosi yang masih labil, bisa membuat kamu berpikiran pendek lalu memilih untuk menceraikan pasangan kamu. Seperti artis–artis di negeri sendiri.

****

Jadi kak, nikah muda itu boleh gak sih ?

Menurut kakak sih, boleh–boleh saja. Toh itu hak–hak mereka, kalau mereka habis nikah terus cerai kan derita mereka, bukan derita gue.

Tapi buat kalian yang berencana menikah muda, pastikan kalian mapan dulu; punya penghasilan sendiri, mulai mendewasakan pemikiran kalian, jangan jadi orang kolot yang dikit–dikit pakek emosi; agar rumah tangga jadi harmonis. Terus siapkan mental kalian, karena hidup yang sebenarnya akan kalian hadapi setelah berkeluarga. Nah kalau sudah bisa mengatasi, menikah muda bukan jadi beban lagi, pasti akan sangat menyenangkan.

Nah, sekian dulu ulasannya tentang nikah muda, maafin ya kontennya sangat merusak otak kalian, tadi kan udah gue bilangin di atas, untuk 17+. Ditunggu ya postingan selanjutnya; salam #jomblomahbebas.

Source: ceritaoka.wordpress.com

Add Comment