Kegelisahan Seorang Kekasih

Pagi ini bingung banget gue, ada keinginan untuk menulis tentang kegelisahan yang menggebu-gebu, tapi gue bingung mau nulis apaan. Mungkin karena umur yang masih abegeh jadi sifat labilnya sering muncul gini hahaha… Tulisan kali ini masih tentang asmara seperti sebelum-sebelumnya (mohon dimaklumi namanya juga anak muda). Ketika kita sedang menjalani hubungan terutama asmara seringkali kita sampai disuatu keadaan dimana kita sudah merasa nyaman dengan si dia, yup Zona Nyaman (kayak pembalut aja nyaman) atau comfort zone. Tapi menurut gue Zona Nyaman itu berarti BAHAYA, kok bisa? Bisa lah, gini-gini, zona nyaman merupakan situasi ketika kita sudah nyaman dengan suatu keadaan. Target yang kita terima tidak menantang diri untuk melakukan sesuatu yang lebih daripada saat ini. Seseorang yang sudah berada dalam posisi nyaman biasanya cenderung menikmati yang sudah ada dan tidak mendorong dirinya untuk meraih hal yang lebih baik lagi serta sudah merasa puas dengan keadaan saat ini.

gelisah

Banyak orang mengartikan bahwa ketika sudah lama menjalin asmara dan melakukan hal-hal gila bersamanya, berarti kita sudah sampai di zona nyaman. Ini benaa…. SALAH. Ini berarti lo tidak memiliki target yang lebih tinggi bersama dia, dalam kasus ini adalah ke jenjang pernikahan. Temen Gue pernah mengalami #KampretMomen ini dimana gue merasa udah nyaman dengan dia, tapi kalau disinggung masalah pernikahan gue merasa bingung, karena pada waktu itu gue merasa belum siap untuk ke jenjang yang lebih tinggi (sekarang juga masih). “Mau gue kasih makan apa tu anak orang?” dalam hati gue ketika ditanya temen “kapan nikahin dia nyet?”. Yah, gue waktu itu belum seperti sekarang, buat beli bensin aja masih minta bokap. Kalau gue nikahin dia waktu itu mungkin ceritanya sama kayak di sitcom “Tetangga Masa Gitu?” di NET.TV. Ada yang sering nonton? Tetangga Masa Gitu bercerita tentang kehidupan dua pasangan suami-istri yang kebetulan bertetangga di sebuah komplek perumahan. Pasangan Pertama Adi dan Angel adalah suami-istri yang telah menikah selama 10 tahun dan tentu saja telah mengecap asam-manis kehidupan berumah tangga sehingga pasangan ini selalu lebih realistis menghadapi kehidupannya. Menariknya, Adi selalu bertindak kekanak-kanakan dan hanya seorang guru SMA yang penghasilannya jauh lebih rendah dari istrinya. Diperankan oleh Dwi Sasono (Adi), aktor kawakan ini sukses menunjukkan ekspresi / mimic menyebalkan yang kurang menyadari tanggungjawabnya sebagai seorang suami dan sangat sering ‘memoroti’ istrinya. Sementara itu, Sophia Latjuba (Angel) memerankan sebagai istri yang lebih mapan dengan profesinya sebagai lawyer. Uniknya, walau memiliki gaji berlipat-lipat dari suaminya, Angel terbilang sangat pelit dalam hal ekonomi.

tetangga-masa-gitu

Pasangan kedua Bastian dan Bintang. Bastian dan Bintang merupakan pasangan muda yang baru menikah beberapa bulan. Romansa cinta dan romantisme pernikahan masih kental terasa diantara keduanya. Diperankan oleh Aktor Muda Deva Mahendra (Bastian) dan Chelsea Islan (Bintang) pasangan ini selalu sukses membuat tetangganya iri. Menariknya, Bastian selalu terlihat konyol dibanding istrinya yang sangat cerdas dan bahkan disebut Wikipedia berjalan saking pintarnya. Tak mengerti hal-hal teknis dan termasuk lamban menanggapi sesuatu membuat Bastian menjadi bulan-bulanan Adi yang sebenarnya satu karakter dengannya. Di samping itu, Bastian selalu sukses menjaga keharmonisan hubungan rumah tangganya dengan Bintang. Kebaikan dan kepolosan pasangan ini juga dimanfaatkan oleh tetangganya untuk mengeruk keuntungan. Namun di balik itu hubungan kedua tetangga ini sangatlah harmonis.

Wah jadi ngelantur kemana-mana hahaha… Seperti cerita di “Tetangga Masa Gitu” gue akan sama seperti si Adi kalau menikah pada waktu itu. Yah walaupun sekarang kita udah gak berjodoh, tapi makasih udah membuat hari-hari gue jadi lebih berwarna, makasih buat semuanya, dan aku mau ngucapin selamat buat kamu, selamat menyesal yah hahahahaha…. Oh iya, gue nulis sebuah surat buatmu disini, baca yah. Dan buat sesorang (temen) yang lagi ngerasain apa yang pernah gue alamin diatas, jangan berkecil hati, jalanin aja dulu walau berat dan kepikiran terus. Dalam menghadapi setiap masalah berusahalah untuk tenang, berpikiran dingin, jangan biarkan pikiran-pikiran yang menekan diri lo, jelek, pesimis membuat lo semakin terbebani. Berusahalah untuk selalu optimis, dan jangan pernah berhenti berdoa. Karena setiap masalah PASTI ada JALAN KELUAR. “Don’t think too much, you’ll create a problem that wasn’t even there in the first place.”

Terakhir, gue nyontek kalimat ini dari Buku Marmut Merah Jambu karya Raditya Dika, apakah kalian akan terus menerus seperti seekor marmut lucu warna merah jambu yang mencoba berlari dan berlari dan berlari di dalam roda bernama cinta (pacaran), seolah-olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya jalan ditempat. Tanyakanlah pada diri kalian: apakah sekarang saatnya berhenti?

Add Comment