Seingatku…

Saat kutatap kalender gratis dari salah satu calon Bupati beberapa hari yang lalu, mencari–cari hari apa waktu itu, tak sengaja kulihat tanggal penuh kenangan di kalender tersebut, angka–angka hitam disana membuat memoriku mengulang kembali beberapa kenangan–kenangan kita dulu. Flashback yang tak tepat waktu.

Pada masa–masa itu…

Seingatku kita sering malu–malu, mengeluarkan senyum–senyum kecil, saat mata kita saling bertatapan pada pertemuan pertama.

Seingatku kita pernah saling memandang langit kamar masing–masing, mengingat–ingat wajah satu sama lain, dan menunggu waktu yang tepat untuk bertemu.

Seingatku kita pernah bertengkar hebat, lebih hebat dari insiden Marquez dan Rossi, hanya karena masalah kecil, serta terlalu menuhankan gengsi untuk meminta maaf.

drowing-guy

Seingatku dulu kita pernah telfonan berjam–jam, ngobrol–ngobrol unyu, karena tak ada yang mau mengakhiri percakapan, dengan senang hati aku menunggumu hingga ketiduran.

Seingatku kita pernah menari–nari di bawah rintik hujan, untuk beberapa detik, lalu berhenti karena tak ingin salah satu dari kita demam.

Seingatku dulu hubungan kita begitu nyaman, pundakku mendadak terbuat dari baja, saat kau rebahkan kepalamu disana, lalu kita saling bercerita.

Seingatku juga, kita pernah saling sayang, super sayang, melebihi nasihat–nasihat super Mario Teguh, tapi entah kenapa kamu mulai bertingkah aneh dan mencurigakan. Sepertinya kamu bosan atau sudah menemukan yang lebih baik, aku tidak pernah tahu, kamu sudah terlanjur menghilang.

what-if-we-never-meet

Kita pernah satu hati, sedekat nadi, lalu kamu perlahan mulai merangkai jarak, pada akhirnya membuat kita sejauh matahari.

Kita pernah saling sindir, mencibir satu sama lain, meluapkan semua perjuangan yang sia–sia, menagih semua janji–janji yang kamu ingkari.

Pada akhirnya, setelah melewati fase–fase penyangkalan patah hati, aku tersadar. Ternyata kamu cuma jodoh orang lain yang terlalu aku perjuangkan, yang terlalu aku sayangi sepenuh hati, yang selalu aku semogakan.

Semoga dengan dia yang lebih mapan hidupnya, terawat kulit dan isi dompetnya, kamu bisa bahagia. Jika dia memang ditakdirkan untuk mendampingimu, aku bisa apa.

Terimakasih sudah datang lalu pergi, terimakasih sudah menyayangi lalu menyakiti.

Patah hati yang hebat, sudah membuatku lebih tangguh.

karma

Seingatku, aku lagi dekat dengan seseorang.

Seseorang yang hanya dengan menatap matanya saja, seolah aku tidak menginginkan hal lain selain dirinya.

Seseorang yang hanya dengan mendengar bawelnya saja, seolah aku tidak ingin mendengar hal lain selain dirinya.

Seingatku itu saja. Sampai jumpa.

Source: ceritaoka.wordpress.com

Add Comment