Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi?

Jatuh Cinta. Dimana hati lebih bahagia daripada biasanya. Bibir lebih sering tersenyum sendiri melihat chat obrolan. Jantung lebih sering berdegup kencang ketika berbicara dan menatap matanya. Dada lebih sering merasa sesak ketika berjalan berdua dengan dia.

Mungkin akan timbul protes, “Lho itu kok mirip banget sama judul lagunya Hivi sih?”. Perlu digaris bawahi, gue emang memutuskan untuk menggunakan judul lagu tersebut sama dengan judul tulisan ini. Karena gue akui, tulisan ini memang terinspirasi dari lagu tersebut, yang tidak sengaja gue denger di radio. Maklum, lagi baper juga, jadi apa aja yang didengar atau dilihat di sekitar semua jadi inspirasi deh.

Jatuh-Cinta-Lagi

“Jangan keseringan patah hati, jadikan saja patah tumbuh hilang berganti, agar nggak selalu ditanya “Kapan kawin?” Ah, yang kapan kawin mungkin dilewati aja dulu, karena lebaran sudah lewat, simpan pertanyaan itu untuk lebaran tahun berikutnya, gitu. Fokus pada kata, “jadikan saja patah tumbuh hilang berganti” saja.

Di setiap yang patah hati, bukan berarti mati, tetapi akan ada pengganti. Tandanya, kalian harus berani untuk jatuh cinta lagi dengan hati yang lebih kuat dari sebelumnya. Karena pelajaran patah dan sakit akan membuat  cinta itu jadi lebih dewasa, bukan anak-anak yang hanya sekadar bisa mempermainkannya. Lantas, Sudahkah kalian siap menghadapi jatuh cinta lagi?

Berdamai dengan Masa Lalu

Masa lalu telah berlalu, urusan hari ini adalah yang ada di depan mata bukan yang ada dibelakangnya. Tidak perlu lagi mengurusi masa lalu yang sudah tak bisa diubah lagi. Masa lalu telah menjadi bahan referensi untuk menjadi lebih baik, bukan sebaliknya. Menjadi ingin tahu dengan stalking mantan dan pacar barunya misal, tidak akan memberikanmu apa-apa kecuali rasa kecewa. Bukankah menjadi tidak tahu itu kadang-kadang menenangkan? Ya, begitulah ketika kalian siap untuk jatuh cinta (lagi) maka pastikan semua masa lalumu itu dibereskan rapi, kalau perlu disetrika, diberi pengharum, simpan di lemari, kunci. Tidak ada yang perlu diselesaikan karena memang sudah selesai dari dulu, berdamailah dengannya dan sambut yang baru. Jatuh cinta lagi.

Tidak Membandingkan yang Ada dengan yang Dulu

“Cieee yang udah nggak jomblo, gimana yang sekarang?”

“Gimana? Gak gimana-gimana.. udah ah, gausah dibahas..”

“Iyaa emang kalo lagi jatuh cinta itu, orang lain gak boleh ngerasain..”

“Udah putus”

“Lho, belum sebulan?”

“DIA NGGAK KAYAK PACARKU DULU”

“Oh, jadi kamu ngebandingin dia sama mantanmu? Pantes gak sampai sebulan. Kalau  aku jadi dia, aku juga mau minta putus aja, gak enak tau di bandingin.”

Kalau kalian masih mengagungkan mantanmu itu didepan pasanganmu hari ini, maka tanyakan lagi pada hatimu sendiri , “Apakah saya sebenarnya sudah siap untuk jatuh cinta padanya?”. Jika masih ada acara membandingkan dengan masa lalu, dan apalagi dengan cara yang blak-blakan di hadapannya, tandanya kalian memang belum mampu untuk jatuh cinta dengan orang yang baru. Seseorang datang dengan pribadinya masing-masing, begitupun dia yang ingin menjadi dekatmu. Terimalah apa adanya bukan ada apanya. Kalau kalian masih membandingkan dengan yang dulu, maka balikanlah dengannya lagi, dengan risikonya yang mungkin sudah kalian tahu. Jatuh cinta dengan orang baru bukan pelarian, jangan menjatuhkan hatinya dalam artian menyakitkan.

Jatuh Cinta yang Tiba-tiba

Salah satu hal yang membahagiakan di dunia ini adalah jatuh cinta yang tidak direncanakan sebelumnya. Tidak direncanakan oleh kita manusia, namun telah direncanakan Oleh-Nya. Jatuh cinta hanya datang pada mereka yang hatinya telah kuat. Ketika cinta itu belum datang padamu juga, maka tidak perlu menjadi jatuh dengan terpaksa. Jadilah pribadi yang menyenangkan , dan biarkan Tuhan merancang pertemuan cintamu dengan menakjubkan. Kita bukan menunggu keajaiban, tetapi turut membuat keajaiban jatuh cinta itu datang.

Karena Kamu yang Paling Mengerti Dirimu Sendiri

Tidak ada yang bisa mengerti diri sendiri selain kamu sendiri. Semua keputusan kembali padamu lagi :

Siapkah mengatakan “ya” untuk orang baru yang memintamu untuk menjaga perasaannya? Atau, siapkah mengutarakan perasaan jatuh cinta padanya dengan segala risikonya?

Jadi, Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

Jika seseorang sudah siap disakiti, maka dia siap untuk menerima CINTA seutuhnya.

Apa kamu siap disakiti (lagi) ?

Add Comment